Kearifan lokal merupakan pengetahuan, nilai, dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Di tengah perkembangan globalisasi, pemahaman generasi muda terhadap budaya dan potensi lokal mulai berkurang. Urgensi integrasi kearifan lokal semakin terasa seiring dengan globalisasi yang mempermudah masuknya budaya asing, yang secara bertahap dapat mengikis identitas budaya daerah. Namun, pembelajaran Biologi di sekolah masih belum optimal memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran agar materi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan lebih relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal di Sidamanik sebagai sumber pembelajaran Biologi untuk siswa di kelas X SMA Negeri 1 Sidamanik dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan angket kepada guru Biologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya guru memahami kearifan lokal sebagai penggabungan nilai budaya masyarakat dengan konsep biologi untuk menjelaskan materi keanekaragaman hayati. Guru memanfaatkan tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang ada di sekitar sekolah sebagai contoh nyata dalam pembelajaran, misalnya untuk menjelaskan keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem. Pendekatan ini dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Namun, ada sejumlah tantangan yang dihadapi guru, misalnya keterbatasan waktu, fasilitas, dan sumber referensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal sangat penting sebagai sumber belajar Biologi agar pembelajaran bisa lebih bermakna, kontekstual, dan relevan bagi siswa.
Copyrights © 2026