Prosedur pemantauan cairan intravena di Klinik Bidan Rahayu masih dilakukan secara manual oleh tenaga medis dengan rasio bidan terhadap pasien mencapai 1:6. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterlambatan penanganan saat terjadi lonjakan pasien. Penelitian ini bertujuan merancang purwarupa sistem pemantauan infus berbasis Internet of Things (IoT) yang diintegrasikan dengan algoritma hibrid Fuzzy-AHP untuk menentukan prioritas penanganan pasien secara objektif dan otomatis. Perangkat keras dibangun menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32, sensor Load Cell HX711 untuk mengukur sisa volume cairan, dan sensor Optocoupler LM393 untuk menghitung laju Tetesan Per Menit. Data sensor yang bersifat fluktuatif diolah menggunakan Logika Fuzzy Mamdani dengan 12 rule base untuk menghasilkan skor urgensi klinis, yang kemudian disintesiskan dengan bobot kelas ruang rawat melalui metode Analytic Hierarchy Process. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mentransmisikan data secara real-time ke dasbor website. Uji konsistensi AHP menghasilkan Consistency Ratio sebesar 0,0034 yang memenuhi syarat validitas matematis. Sistem berhasil memberikan rekomendasi urutan prioritas penanganan pasien secara otomatis dan mengaktifkan protokol keselamatan (Safety Override) pada kondisi kritis.
Copyrights © 2026