Dalam perkembangannya, komunitas suporter tidak lagi hanya berperan sebagai penonton, melainkan berkembang menjadi organisasi sosial yang memiliki struktur, norma, budaya, serta sistem kepemimpinan tersendiri. Fanatisme suporter dalam mendukung klub kebanggaannya dapat memberikan dampak positif berupa dukungan moral yang kuat, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan partisipatif, komunikasi, dan budaya organisasi terhadap kerja sama tim komunitas Deltamania dalam mendukung Deltras Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 anggota aktif Deltamania. Analisis data menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif, komunikasi, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kerja sama tim. Budaya organisasi menjadi variabel yang paling dominan memengaruhi kerja sama tim. Temuan empiris menunjukkan bahwa keterlibatan anggota, komunikasi yang efektif, dan solidaritas yang kuat mampu meningkatkan koordinasi dan kekompakan anggota dalam mendukung Deltras Sidoarjo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kepemimpinan partisipatif, komunikasi, dan budaya organisasi dapat meningkatkan kerja sama tim komunitas Deltamania.
Copyrights © 2026