Perkembangan industri functional food global dan nasional menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran B-FLESA sebagai perusahaan premium functional food berbasis fermentasi dengan pendekatan Customer Value Proposition, Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing Mix 4P, dan strategi Focus Differentiation. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi NICE Framework yaitu Networking, Interaction, Common Interest, dan Experience sebagai strategi Relationship Marketing untuk memperkuat customer engagement dan loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen utama B-FLESA adalah konsumen berusia di atas 40 tahun, kelas menengah atas, health-conscious di wilayah urban dengan perilaku preventive health. B-FLESA memposisikan diri sebagai premium functional food melalui inovasi produk berbasis riset ilmiah, formulasi rendah gula, kandungan probiotik terstandarisasi, dan slogan "Healthier Tomorrow". Strategi Marketing Mix diimplementasikan melalui pengembangan produk diferensiatif, value-based pricing, distribusi omnichannel, serta promosi Integrated Marketing Communication berbasis edukasi. Implementasi NICE Framework terbukti mampu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kemitraan strategis, komunikasi dua arah, kesamaan visi kesehatan, dan penciptaan pengalaman konsumsi yang positif. Dengan demikian, integrasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, trial, repeat purchase, dan mendukung pertumbuhan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Functional Food, Fermentasi, Strategi Pemasaran, Customer Value Proposition, STP, Marketing Mix 4P, Focus Differentiation, NICE Framework, Relationship Marketing, B-FLESA.
Copyrights © 2026