Pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung menempatkan matematika sebagai pengetahuan abstrak dan universal, sehingga sering terlepas dari konteks sosial budaya peserta didik, khususnya di wilayah kepulauan. Artikel ini bertujuan menganalisis struktur matematis yang terkandung dalam budaya masyarakat kepulauan serta merumuskan integrasinya ke dalam pembelajaran matematika yang kontekstual dan responsif budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif teoretik dengan desain Critical Narrative Review dan analisis konseptual. Penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, ERIC, dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terkait etnomatematika, pendidikan matematika berbasis budaya, dan budaya kepulauan. Dari 136 artikel awal, melalui proses seleksi bertahap diperoleh 49 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan empat temuan utama: (1) budaya masyarakat kepulauan mengandung struktur matematis pada praktik navigasi laut, konstruksi perahu, artefak budaya, dan distribusi hasil laut; (2) strategi integrasi dominan berupa masalah kontekstual dan project based learning; (3) integrasi etnomatematika berdampak positif terhadap pemahaman konseptual, motivasi belajar, partisipasi, dan identitas budaya peserta didik; serta (4) implementasi masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan kompetensi guru, perangkat ajar, dan dukungan kurikulum. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integrasi etnomatematika berbasis budaya kepulauan yang menempatkan praktik budaya maritim sebagai sumber epistemologis utama dalam pembelajaran matematika, sehingga memperkuat pendidikan matematika yang kontekstual, inklusif, dan berkeadilan epistemologis.
Copyrights © 2026