Abstrak: Penggunaan kontrasepi hormonal yang tinggi di wilayah yang mengalami keterbatasan tenaga Kesehatan, mendorong dilakukan penguatan peran kader kesehatan . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat tentang dampak kontrasepsi hormonal serta terampil melakukan pengukuran tekanan darah. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Poso melalui program SEHATI (Pelatihan Edukasi Kesehatan tentang Dampak Kontrasepsi Hormonal dan Skrining Hipertensi dalam Kehamilan).. . Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah kepala desa, bidan desa, dan 10 orang kader Kesehatan. Program terdiri atas tiga tahap, yaitu peLatihan kader, role play dan praktik, serta evaluasi keberlanjutan kegiatan pada posyandu ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan 10 item dan lembar observasi keterampilan pengukuran tekanan darah serta edukasi kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 6,2 menjadi 9,1, dengan persentase peningkatan 46,8%. Keterampilan kader juga meningkat, dari 20% kader terampil sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Selama tindak lanjut di posyandu, seluruh kader mampu melakukan pengukuran tekanan darah dan memberikan edukasi terkait dampak kontrasepsi hormonal. Temuan ini menunjukkan bahwa program SEHATI secara efektif memperkuat kapasitas kader Kesehatan dan dapat berkontribusi pada peningkatan promosi Kesehatan reproduksi berbasis masyarakat dan deteksi dini risiko.Abstract: The high prevalence of hormonal contraceptive use in areas with limited healthcare personnel highlighted the need to strengthen the role of community health cadres. This community service program aimed to enhance cadres’ knowledge and skills in providing education on the impacts of hormonal contraceptive use and conducting blood pressure measurements. The program was implemented in Poso Regency through the SEHATI program. The program involved village heads, village midwives, and 10 community health cadres. Activities were conducted in three stages: cadre training, role-play and practical sessions, and follow-up evaluation during maternal integrated health service activities. Program outcomes were assessed using a 10-item knowledge questionnaire and observation checklists evaluating blood pressure measurement and health education skills. The findings indicated a substantial improvement in cadres’ knowledge, with the mean score increasing from 6.2 to 9.1 (46.8%). The proportion of cadres demonstrating competency increased from 20% before training to 100% after training. Follow-up evaluation showed that all cadres were able to accurately measure blood pressure and provide education regarding the impacts of hormonal contraceptive use. These findings suggest that the SEHATI program effectively strengthened the capacity of community health cadres and may contribute to improving community-based reproductive health promotion and early risk detection.
Copyrights © 2026