Rendahnya pemahaman matematis siswa yang cenderung bersifat instrumental, yaitu sekadar menghafal prosedur tanpa memahami konsepnya, menjadi tantangan utama dalam pembelajaran transformasi geometri. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dampak penggunaan model discovery learning berbantuan GeoGebra terhadap peningkatan pemahaman matematis siswa. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan tersebut jika ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen memakai rancangan one-group pretest-posttest dengan melibatkan 34 siswa kelas IX SMP sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Proses pengambilan data memanfaatkan kuesioner gaya belajar serta instrumen tes esai untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis, yang selanjutnya dianalisis dengan uji paired sample t-test dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan GeoGebra efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa (Sig. 0,001). Efektivitas ini ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 8,235 pada saat pretest menjadi 14,647 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata N-gain yang berada pada kategori sedang. Peningkatan tersebut mencakup kemampuan memahami konsep, menghubungkan representasi, dan memberikan alasan matematis secara logis. Lebih lanjut, hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan pemahaman matematis yang signifikan (Sig. = 0,317) di antara ketiga kelompok gaya belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa GeoGebra dalam sintaks discovery learning bersifat inklusif dan mampu memfasilitasi keberagaman karakteristik belajar siswa secara merata.
Copyrights © 2026