Penelitian ini mengkaji ketergantungan kecerdasan buatan (AI) pada anak usia dini yang dipicu oleh agresivitas marketing digital serta integrasi AI dalam pendidikan. Permasalahan utama terletak pada praktik pemasaran yang mengeksploitasi neuroplastisitas anak sehingga memicu ketergantungan psikologis, yang bertentangan dengan prinsip pedagogis PAUD yang menekankan interaksi manusiawi dan pembelajaran holistik. Dampak yang muncul meliputi gangguan perkembangan sosial-emosional, penurunan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah, serta melemahnya self-regulation akibat ketergantungan pada validasi eksternal dari AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji model konseptual dan memvalidasi hubungan antara ketergantungan AI dan dampak marketing digital terhadap praktik pedagogis PAUD di Kabupaten Bireuen, Aceh. Populasi penelitian adalah 247 guru PAUD, dengan sampel 70 guru yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman mengajar minimal dua tahun serta keterlibatan dengan anak usia 4–6 tahun pengguna teknologi AI/digital. Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan perspektif marketing digital dan pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan pemahaman komprehensif tentang dampak ketergantungan AI serta merumuskan rekomendasi strategis untuk pengelolaan teknologi yang bijak dan etis. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kebijakan PAUD yang adaptif terhadap era digital sekaligus menjaga aspek fundamental perkembangan anak.
Copyrights © 2026