Penelitian ini menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diproksikan oleh laju pertumbuhan PDRB ADHK pada kabupaten/kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat periode 2019–2023. Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu tujuan utama desentralisasi fiskal, namun hubungan antara kapasitas fiskal daerah dan pertumbuhan ekonomi masih diperdebatkan dalam literatur. Menggunakan metode regresi data panel Fixed Effect Model (FEM) dengan 34 unit analisis (170 observasi), penelitian ini menemukan bahwa: (1) PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = 0,312; p < 0,05); (2) belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = 0,487; p < 0,01); dan (3) secara simultan PAD dan belanja modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (F = 18,43; p = 0,000) dengan Adjusted R² = 0,423. Belanja modal memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan PAD, mengindikasikan bahwa kualitas penggunaan pendapatan khususnya alokasi untuk investasi publik lebih penting daripada sekadar besarnya penerimaan daerah. Temuan ini relevan dalam konteks kebijakan efisiensi anggaran 2025 yang memangkas DAK Fisik dan berpotensi mengurangi kapasitas belanja modal daerah.
Copyrights © 2026