Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Sere Api yang berkembang di Desa Gattareng, Kabupaten Barru, dampak minimnya partisipasi generasi muda terhadap keberlangsungan tradisi tersebut, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi Sere Api terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan sebagai fondasi spiritual, tahap pelaksanaan sebagai manifestasi kekuatan batin, dan tahap penutupan yang melambangkan keharmonisan sosial. Minimnya partisipasi generasi muda berdampak pada terancamnya keberlangsungan tradisi akibat terputusnya regenerasi, melemahnya pewarisan nilai budaya, serta munculnya krisis identitas budaya di kalangan pemuda. Upaya pelestarian tradisi dilakukan melalui langkah preventif, preservatif, kuratif, dan adaptif. Langkah tersebut diwujudkan melalui sosialisasi nilai budaya, edukasi digital, perlindungan orisinalitas ritual, pembentukan sanggar budaya, serta pemanfaatan teknologi sebagai media promosi kreatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi antara tokoh adat, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Sere Api sebagai identitas budaya yang tetap relevan bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2026