Banjir berulang di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menurunkan kualitas sumber air rumah tangga dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sanitasi, keterampilan penggunaan teknologi filtrasi, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan air bersih pascabanjir. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi dan survei kebutuhan, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, demonstrasi filtrasi bertingkat berbasis pasir, kerikil, arang aktif, dan ijuk, praktik penggunaan dan perawatan alat, serta evaluasi deskriptif. Kegiatan pada 2 Mei 2026 melibatkan 20 warga dengan tingkat kehadiran 100%. Seluruh peserta mampu mempraktikkan pengoperasian alat. Skor kepuasan rata-rata mencapai 4,18 dari skala 5, dengan nilai tertinggi pada penyampaian materi (4,5), demonstrasi dan praktik (4,2), relevansi kegiatan (4,0), serta kesiapan alat dan fasilitas (4,0). Program juga menghasilkan penyerahan unit filtrasi dan komitmen pendampingan bersama pemerintah desa. Integrasi teknologi sederhana, edukasi, dan partisipasi mitra memperkuat peluang keberlanjutan pengelolaan air bersih. Pengujian laboratorium tetap diperlukan sebelum air dinyatakan aman untuk diminum.
Copyrights © 2026