Kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di Taman Kanak-kanak Harapan Ite belum berkembang secara optimal, terutama dalam mengenal lambang bilangan, menyebutkan urutan bilangan, menghitung jumlah, dan menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah yang sesuai. Kondisi tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang masih didominasi penjelasan dan lembar kerja serta belum banyak melibatkan kegiatan bermain dan gerakan tubuh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat kodok. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B. Penelitian dilaksanakan melalui pra-siklus dan dua siklus tindakan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase ketercapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik meningkat dari 0% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Permainan lompat kodok membantu anak mengenal lambang bilangan, membilang secara berurutan, menghitung jumlah lompatan, dan mencocokkan jumlah dengan lambang bilangan. Dengan demikian, penerapan permainan tradisional lompat kodok dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui pembelajaran yang konkret, aktif, dan menyenangkan.
Copyrights © 2026