Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas permainan tradisional gobak sodor dalam menekan tingkat kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas X SMAN 22 Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya gejala kejenuhan yang cukup menonjol pada siswa, yang tercermin dari rendahnya keterlibatan aktif, minimnya konsentrasi, serta kurangnya semangat mengikuti proses pembelajaran PJOK. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, mencakup empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian dibagi ke dalam dua siklus dengan melibatkan 86 siswa kelas X sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, angket, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif, mencakup pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan tren penurunan rata-rata skor kejenuhan belajar siswa secara konsisten: dari 38,7 pada tahap pra-siklus (kategori tinggi), turun ke angka 33,1 pada siklus pertama (kategori sedang), dan menurun kembali menjadi 22,4 pada siklus kedua (kategori rendah). Di samping itu, penggunaan permainan gobak sodor juga berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan, partisipasi, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, permainan gobak sodor terbukti menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK
Copyrights © 2026