Penelitian ini membahas representasi petugas dalam wacana media pada pemberitaan kasus razia ilegal yang berujung kecelakaan di Palembang dengan menggunakan kajian analisis wacana kritis Sara Mills. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) diduga melakukan razia tanpa prosedur resmi hingga menyebabkan kecelakaan beruntun dan menuai kritik masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana media membangun posisi subjek dan objek dalam pemberitaan, serta bagaimana pembaca diarahkan untuk memandang petugas dan korban dalam teks berita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap beberapa berita daring mengenai kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung merepresentasikan petugas sebagai pihak yang dominan, berkuasa, dan bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan, sedangkan korban ditempatkan sebagai pihak yang dirugikan dan kurang memiliki ruang suara dalam pemberitaan. Selain itu, pemilihan diksi, struktur narasi, dan sudut pandang media memperlihatkan adanya kecenderungan pembentukan opini publik terhadap institusi terkait. Kajian Sara Mills menunjukkan bahwa posisi penulis dan pembaca dalam teks turut memengaruhi cara masyarakat memahami kasus tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian analisis wacana media, khususnya mengenai representasi kekuasaan dan konstruksi sosial dalam pemberitaan.
Copyrights © 2026