Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Representasi Petugas dalam Wacana Media: Kajian Sara Mills atas Kasus Razia Ilegal Berujung Kecelakaan di Palembang Darwin Effendi; Putu Selvi Oktarina; Imelda Heresyah; Putri Nuraini; Nazihah Cendekia; Dewi Lestari; Sulistiyani Sulistiyani; Muhammad Fadila; M Gentar Alam
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.593

Abstract

Penelitian ini membahas representasi petugas dalam wacana media pada pemberitaan kasus razia ilegal yang berujung kecelakaan di Palembang dengan menggunakan kajian analisis wacana kritis Sara Mills. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) diduga melakukan razia tanpa prosedur resmi hingga menyebabkan kecelakaan beruntun dan menuai kritik masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana media membangun posisi subjek dan objek dalam pemberitaan, serta bagaimana pembaca diarahkan untuk memandang petugas dan korban dalam teks berita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap beberapa berita daring mengenai kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung merepresentasikan petugas sebagai pihak yang dominan, berkuasa, dan bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan, sedangkan korban ditempatkan sebagai pihak yang dirugikan dan kurang memiliki ruang suara dalam pemberitaan. Selain itu, pemilihan diksi, struktur narasi, dan sudut pandang media memperlihatkan adanya kecenderungan pembentukan opini publik terhadap institusi terkait. Kajian Sara Mills menunjukkan bahwa posisi penulis dan pembaca dalam teks turut memengaruhi cara masyarakat memahami kasus tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian analisis wacana media, khususnya mengenai representasi kekuasaan dan konstruksi sosial dalam pemberitaan.
Realitas Sosial dalam Pemberitaan CFN Palembang pada detikSumbagsel : Analisis Wacana Kritis Sara Mills Darwin Effendi; Iga Oktaviani; Aisyah Ashil Fawzia; Aurellia Nayla Khansa; Zahara Niar; Sherly Novia Azzahra; Stevani Nabilla Putri; Finny Astrid Nabilla; Alya Nazila Stephany; Ririn Indira
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.594

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi realitas sosial dalam pemberitaan mengenai Car Free Night (CFN) Palembang pada media detikSumbagsel dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita, serta cara media membentuk realitas sosial melalui pilihan bahasa yang digunakan. Metode yang diterapkan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap berita berjudul “Uji Coba CFN Palembang Diserbu Warga, Pedagang Laris Manis”. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa wartawan bersama narasumber menempati posisi dominan sebagai subjek dalam pemberitaan, sementara masyarakat dan pedagang lebih banyak diposisikan sebagai objek. Penggunaan diksi seperti “ramai”, “diserbu”, dan “laris manis” turut membangun citra positif terhadap kegiatan CFN. Di sisi lain, pembaca secara tidak langsung diarahkan untuk memandang CFN sebagai aktivitas yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa media tidak sepenuhnya bersifat netral karena memiliki peran dalam membentuk realitas sosial melalui bahasa dan penyusunan informasi dalam berita.
Relasi Kuasa Sutradara dan Aktor pada Latihan Drama Mahasiswa: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Darwin Effendi; Agis Ratna Dewi; Ririn Aulia Riani; Putri Wulandari; Putri Natasya; Fadilah Indah Sari; Alya Rama Dani; Gita Agustin; Nabila Natania Putri Marina; Fitri Anisa
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan relasi kuasa dalam interaksi sutradara dan aktor pada proses latihan drama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 4 kelas 4C Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian berupa tuturan sutradara dan aktor yang muncul selama proses latihan drama. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi video, voice note, dan transkripsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa tampak melalui penggunaan bahasa berupa perintah, teguran, kritik, larangan, arahan, dan evaluasi. Sutradara menempati posisi dominan sebagai pengarah artistik, sedangkan aktor berperan menerima, menegosiasikan, dan melaksanakan arahan sesuai kebutuhan latihan. Namun, relasi kuasa tidak selalu berlangsung satu arah karena terdapat ruang diskusi dan negosiasi pada aspek teknis latihan. Dengan demikian, bahasa dalam latihan drama berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus alat untuk membentuk, merepresentasikan, dan menegosiasikan kekuasaan dalam praktik sosial seni pertunjukan.
Wacana Kekerasan Aparat di Media Sosial: Analisis Kritis Van Dijk atas Kasus Penembakan TNI di Palembang Darwin Effendi; Deswita Azzahra; Bunga Aprilia; Imelda Zalianty; Rintan Suci Lestari; Ella Indira; Rinda Septianah; Santri Aulia Tama; Revalima Paramita; Dea Nabila
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekerasan aparat dalam media sosial pada kasus penembakan yang melibatkan oknum TNI di Palembang menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk. Media sosial dipahami sebagai ruang publik digital yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi arena produksi wacana yang sarat ideologi, kekuasaan, dan emosi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa video viral, caption, komentar, tagar, dan berita daring pendukung yang dikumpulkan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kekerasan aparat dikonstruksi melalui makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur yang diperkuat oleh kognisi sosial serta konteks sosial. Makrostruktur memperlihatkan tema dominan berupa kekerasan, keadilan, disiplin institusi, dan pembelaan terhadap TNI. Superstruktur menunjukkan pola narasi yang diawali kronologi, reaksi publik, klarifikasi, hingga tuntutan keadilan. Mikrostruktur memperlihatkan penggunaan bahasa emosional yang memperkuat polarisasi opini. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pertarungan wacana yang membentuk representasi kekerasan aparat secara ideologis dan tidak netral. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memperkuat literasi digital masyarakat dalam membaca narasi viral secara kritis sebelum membentuk opini publik.
Analisis Wacana Kritis Sara Mills: Representasi Marginalisasi Perempuan dalam Drama Jakarta 2039 Karya Seno Gumira Ajidarma Darwin Effendi; Imelda Anggraini; Olivia Putri Ramadani; Irsya Gala Aprilia; Hairo Yaro; Meila Sundari; Tera Sulastri; Adelia Pratiwi; Jimi Pernando; Riken Iles Pahmi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.635

Abstract

Marginalisasi perempuan ialah suatu bentuk ketimpangan gender yang masih sering direpresentasikan dalam karya sastra Indonesia. Naskah drama Jakarta 2039 karya Seno Gumira Ajidarma mengangkat pengalaman perempuan korban diskriminasi etnis dan kekerasan seksual yang berkaitan dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Melalui tokoh Clara, drama ini menggambarkan berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan akibat relasi kuasa yang tidak setara dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti representasi marginalisasi perempuan dalam naskah drama Jakarta 2039 menggunakan perspektif Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan narasi dalam naskah drama Jakarta 2039. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan konsep posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang dikemukakan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai kelompok yang mengalami diskriminasi etnis, subordinasi gender, objektifikasi tubuh, pembungkaman suara, kekerasan seksual, dan trauma psikologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa drama Jakarta 2039 merepresentasikan marginalisasi perempuan sebagai kritik terhadap relasi kuasa patriarkis dan ketidakadilan gender dalam masyarakat.
Analisis Wacana Kritis: Representasi Konten Viral TikTok dalam Perubahan Pola Bahasa dan Komunikasi Remaja Darwin Effendi; Adinda Amalia; Octa Angraini; Andhini Aprillia Putri Jelsi; Octarina Putri Yunita Sari; Marissa Rahma Dini; Mela Sintia; Mika Linda Saputri; Meldi Lestari
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.636

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi konten viral TikTok dalam perubahan pola bahasa dan cara berkomunikasi remaja melalui pendekatan analisis wacana kritis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model Teun A. Van Dijk yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data diperoleh melalui observasi digital terhadap konten dan komentar TikTok yang memuat kosakata viral serta wawancara semi-terstruktur dengan empat remaja pengguna aktif berusia 18-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten viral TikTok mendorong munculnya kosakata baru, penggunaan bahasa yang lebih singkat dan ekspresif, serta perubahan pola komunikasi dalam interaksi sehari-hari remaja. Bahasa viral menjadi bagian dari identitas sosial kelompok sebaya dan menyebar cepat melalui media digital. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi kemampuan penggunaan Bahasa Indonesia dalam konteks formal. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agar remaja mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks komunikasi.
Analisis Wacana Kritis terhadap Strategi Komunikasi Publik Menteri ESDM dalam Isu Cadangan BBM 23 Hari Darwin Effendi; Lusi Wulandari; Ferina Windi Sasmita; Dyah Kumala; Anggraini Agustina; Naila Evelyana; Revi Puspitasari; Riana Safitri; Aurora Mita Ludviana
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.664

Abstract

Penelitian ini bertujuan membongkar strategi komunikasi publik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam isu cadangan BBM nasional 23 hari melalui Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Fokus analisis terletak pada pernyataan Menteri yang mengklarifikasi bahwa angka 23 hari bukan penanda habisnya pasokan, melainkan berkaitan dengan daya tampung dan sirkulasi stok BBM. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini membedah wacana dalam tiga dimensi, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menteri ESDM menggunakan strategi negasi intensif, analogi daya tampung, dan de-teknikalisasi untuk menggeser persepsi publik dari “krisis energi” menjadi “rutinitas logistik” yang terkendali. Secara sosiokognitif, wacana diproduksi untuk mengelola asimetri informasi, mereduksi kepanikan, dan mempertahankan legitimasi pemerintah dalam isu ketahanan energi. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi krisis pemerintahan dengan menunjukkan bahwa penyederhanaan bahasa teknis perlu diimbangi transparansi agar kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui penenangan, tetapi juga melalui keterbukaan informasi kebijakan.
Pengembangan Majalah Elektronik Berbasis Kearifan Lokal Kebudayaan Lokal Kota Palembang untuk Anak Kelompok B Melati Melati; Darwin Effendi; Rahmah Novianti
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.768

Abstract

Anak usia dini tumbuh di era digital yang ditandai dengan tingginya intensitas penggunaan gawai dan media visual. Namun, media pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi oleh buku cetak, sehingga pengenalan budaya lokal belum tersaji secara menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan majalah elektronik berbasis kearifan lokal Kota Palembang sebagai media pembelajaran untuk anak kelompok B usia 5–6 tahun. Materi yang disajikan mencakup berbagai unsur budaya Palembang, seperti pempek, rumah adat limas, pakaian adat, dan tarian Gending Sriwijaya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di RA Perwanida 4 Palembang. Kelayakan produk diuji melalui validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, sedangkan kepraktisan produk diukur melalui uji coba terbatas yang melibatkan tiga orang guru. Hasil validasi menunjukkan bahwa majalah elektronik yang dikembangkan memperoleh persentase 100% dari ahli materi, 95% dari ahli media, dan 100% dari ahli bahasa, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 98% yang termasuk kategori sangat valid. Selain itu, hasil uji kepraktisan memperoleh rata-rata persentase 94% dengan kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa majalah elektronik berbasis kearifan lokal Kota Palembang memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan budaya lokal kepada anak usia dini.