Penelitian ini mengkaji konstruksi realitas sosial dalam pemberitaan mengenai Car Free Night (CFN) Palembang pada media detikSumbagsel dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita, serta cara media membentuk realitas sosial melalui pilihan bahasa yang digunakan. Metode yang diterapkan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap berita berjudul “Uji Coba CFN Palembang Diserbu Warga, Pedagang Laris Manis”. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa wartawan bersama narasumber menempati posisi dominan sebagai subjek dalam pemberitaan, sementara masyarakat dan pedagang lebih banyak diposisikan sebagai objek. Penggunaan diksi seperti “ramai”, “diserbu”, dan “laris manis” turut membangun citra positif terhadap kegiatan CFN. Di sisi lain, pembaca secara tidak langsung diarahkan untuk memandang CFN sebagai aktivitas yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa media tidak sepenuhnya bersifat netral karena memiliki peran dalam membentuk realitas sosial melalui bahasa dan penyusunan informasi dalam berita.
Copyrights © 2026