ANTHOR: Education and Learning Journal
Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026

Relasi Kuasa Sutradara dan Aktor pada Latihan Drama Mahasiswa: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

Darwin Effendi (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Agis Ratna Dewi (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Ririn Aulia Riani (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Putri Wulandari (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Putri Natasya (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Fadilah Indah Sari (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Alya Rama Dani (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Gita Agustin (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Nabila Natania Putri Marina (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Fitri Anisa (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan relasi kuasa dalam interaksi sutradara dan aktor pada proses latihan drama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 4 kelas 4C Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian berupa tuturan sutradara dan aktor yang muncul selama proses latihan drama. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi video, voice note, dan transkripsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa tampak melalui penggunaan bahasa berupa perintah, teguran, kritik, larangan, arahan, dan evaluasi. Sutradara menempati posisi dominan sebagai pengarah artistik, sedangkan aktor berperan menerima, menegosiasikan, dan melaksanakan arahan sesuai kebutuhan latihan. Namun, relasi kuasa tidak selalu berlangsung satu arah karena terdapat ruang diskusi dan negosiasi pada aspek teknis latihan. Dengan demikian, bahasa dalam latihan drama berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus alat untuk membentuk, merepresentasikan, dan menegosiasikan kekuasaan dalam praktik sosial seni pertunjukan.

Copyrights © 2026