Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan manajemen risiko K3L, SIKA, dan SIMOPS terhadap insiden kecelakaan kerja pada rig pengeboran serta anjungan produksi lepas pantai di PT. XYZ. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed method research-explanatory sequential design), dengan analisis kuantitatif menggunakan SEM-PLS serta wawancara mendalam untuk mendukung temuan secara kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen risiko K3L memiliki pengaruh nyata terhadap kecelakaan kerja (p=0,029), sedangkan SIKA dan SIMOPS tidak memiliki pengaruh nyata. Unsafe act & condition juga terbukti berpengaruh nyata terhadap kecelakaan kerja (p=0,038). Namun, pengaruh tidak langsung dari manajemen risiko K3L, SIKA, dan SIMOPS melalui unsafe act & condition terhadap kecelakaan kerja tidak nyata. Sedangkan hasil temuan kualitatif mengungkapkan bahwa SIKA masih dipandang sebagai formalitas administratif, SIMOPS masih kurang dipahami oleh pekerja lapangan, dan implementasi manajemen risiko K3L belum optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman dan kepatuhan terhadap SIKA dan SIMOPS, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap unsafe act & condition, diperlukan untuk mengurangi kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026