ANTHOR: Education and Learning Journal
Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026

Analisis Wacana Kritis Sara Mills: Representasi Marginalisasi Perempuan dalam Drama Jakarta 2039 Karya Seno Gumira Ajidarma

Darwin Effendi (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Imelda Anggraini (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Olivia Putri Ramadani (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Irsya Gala Aprilia (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Hairo Yaro (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Meila Sundari (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Tera Sulastri (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Adelia Pratiwi (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Jimi Pernando (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)
Riken Iles Pahmi (Universitas PGRI Palembang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Marginalisasi perempuan ialah suatu bentuk ketimpangan gender yang masih sering direpresentasikan dalam karya sastra Indonesia. Naskah drama Jakarta 2039 karya Seno Gumira Ajidarma mengangkat pengalaman perempuan korban diskriminasi etnis dan kekerasan seksual yang berkaitan dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Melalui tokoh Clara, drama ini menggambarkan berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan akibat relasi kuasa yang tidak setara dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti representasi marginalisasi perempuan dalam naskah drama Jakarta 2039 menggunakan perspektif Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan narasi dalam naskah drama Jakarta 2039. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan konsep posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang dikemukakan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai kelompok yang mengalami diskriminasi etnis, subordinasi gender, objektifikasi tubuh, pembungkaman suara, kekerasan seksual, dan trauma psikologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa drama Jakarta 2039 merepresentasikan marginalisasi perempuan sebagai kritik terhadap relasi kuasa patriarkis dan ketidakadilan gender dalam masyarakat.

Copyrights © 2026