Marginalisasi perempuan ialah suatu bentuk ketimpangan gender yang masih sering direpresentasikan dalam karya sastra Indonesia. Naskah drama Jakarta 2039 karya Seno Gumira Ajidarma mengangkat pengalaman perempuan korban diskriminasi etnis dan kekerasan seksual yang berkaitan dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Melalui tokoh Clara, drama ini menggambarkan berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan akibat relasi kuasa yang tidak setara dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti representasi marginalisasi perempuan dalam naskah drama Jakarta 2039 menggunakan perspektif Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan narasi dalam naskah drama Jakarta 2039. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan konsep posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang dikemukakan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai kelompok yang mengalami diskriminasi etnis, subordinasi gender, objektifikasi tubuh, pembungkaman suara, kekerasan seksual, dan trauma psikologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa drama Jakarta 2039 merepresentasikan marginalisasi perempuan sebagai kritik terhadap relasi kuasa patriarkis dan ketidakadilan gender dalam masyarakat.
Copyrights © 2026