Penelitian ini menganalisis representasi konten viral TikTok dalam perubahan pola bahasa dan cara berkomunikasi remaja melalui pendekatan analisis wacana kritis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model Teun A. Van Dijk yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data diperoleh melalui observasi digital terhadap konten dan komentar TikTok yang memuat kosakata viral serta wawancara semi-terstruktur dengan empat remaja pengguna aktif berusia 18-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten viral TikTok mendorong munculnya kosakata baru, penggunaan bahasa yang lebih singkat dan ekspresif, serta perubahan pola komunikasi dalam interaksi sehari-hari remaja. Bahasa viral menjadi bagian dari identitas sosial kelompok sebaya dan menyebar cepat melalui media digital. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi kemampuan penggunaan Bahasa Indonesia dalam konteks formal. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agar remaja mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks komunikasi.
Copyrights © 2026