Artikel ini mendeskripsikan implementasi model pembelajaran demonstrasi, Problem Based Learning (PBL), dan Teaching Games for Understanding (TGfU) dalam meningkatkan keterampilan gerak atletik dan bola basket siswa SMA Negeri 11 Palembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena fokus kajian diarahkan pada gambaran proses pembelajaran, bukan pengukuran statistik. Data diperoleh melalui observasi kegiatan PJOK, dokumentasi foto, catatan lapangan, dan refleksi mahasiswa selama Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Metode demonstrasi digunakan untuk memberi contoh gerak langsung pada materi atletik, terutama koordinasi, ayunan lengan, langkah kaki, posisi badan, dan lari sprint. PBL diterapkan melalui masalah gerak dalam bola basket, seperti kesalahan passing, kurangnya kerja sama, dan pengambilan keputusan saat bermain. TGfU diterapkan melalui permainan sederhana agar siswa memahami taktik, kerja sama, pengambilan keputusan, passing, dan shooting secara kontekstual. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketiga model tersebut membuat pembelajaran PJOK lebih aktif, terarah, dan dekat dengan pengalaman siswa. Kendala berupa perbedaan kemampuan awal, keterbatasan waktu praktik, dan kebutuhan arahan berulang dapat diatasi melalui instruksi jelas, pendampingan kelompok, praktik bertahap, dan refleksi penutup. Temuan ini berimplikasi pada pergeseran pembelajaran PJOK dari pola berpusat pada guru menuju pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, reflektif, dan bermakna secara kontekstual.
Copyrights © 2026