Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa rantau akibat minimnya pengawasan eksternal dan tingginya paparan distraksi di lingkungan yang baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana strategi self-management efektif dalam mengurangi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa rantau Program Studi Psikologi Kampus V Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment tipe Non-Equivalent Control Group Design. Desain tersebut melibatkan dua kelompok penelitian, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh intervensi berupa strategi self-management serta kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan selama penelitian berlangsung. Sampel penelitian berjumlah enam mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria prokrastinasi akademik sedang hingga tinggi. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS) versi bahasa indonesia, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Mann-Whitney dengan membandingkan gain score kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi self-management mampu menurunkan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa rantau secara efektif. efektivitas tersebut terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah intervensi self-management diberikan. Dengan demikian, pemberian strategi self-management yang mencakup komponen self-monitoring, stimulus control, dan self-reward terbukti mampu membantu mahasiswa rantau dalam mengelola perilaku menunda dan meningkatkan kemandirian akademiknya.
Copyrights © 2026