Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial (X1), self-efficacy digital (X2), dan dukungan perkuliahan Technopreneurship (X3) terhadap minat berwirausaha digital mahasiswa (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research terhadap 116 mahasiswa yang pernah menempuh mata kuliah Technopreneurship, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1–5 dengan 21 butir pernyataan yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,978). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan X1, X2, dan X3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y (F = 278,202; Sig = 0,000; Adjusted R² = 0,879). Secara parsial, self-efficacy digital (t = 3,580; Sig = 0,001) dan dukungan perkuliahan Technopreneurship (t = 5,611; Sig = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha digital, dengan dukungan perkuliahan Technopreneurship sebagai variabel paling dominan (Beta = 0,517). Sebaliknya, intensitas penggunaan media sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial (t = 1,449; Sig = 0,150). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keyakinan diri digital mahasiswa dan peningkatan kualitas perkuliahan Technopreneurship sebagai strategi utama dalam mendorong ekosistem kewirausahaan digital di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026