Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Systematic Literature Review tentang Adaptasi Teknologi oleh UMKM melalui Technopreneurship Regina Alda Siswoyo; Aini Syifau Nida; Sintia Komala Handayani; Dwi Fitriah; Febrina Rusti Adamiyah; Ryma Putri Permatasari; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi teknologi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendekatan technopreneurship menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dipublikasikan pada periode 2024–2026 diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, SINTA, dan Garuda. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sembilan artikel yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan technopreneurship mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kinerja keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM. Keberhasilan adaptasi teknologi dipengaruhi oleh literasi digital, kepemimpinan, kesiapan organisasi, kemampuan inovasi, dan dukungan lingkungan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi untuk mengoptimalkan transformasi digital UMKM guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di era ekonomi digital.
Strategi Technopreneurship dalam Mendorong Digital Transformation pada Industri Kreatif di Indonesia Ogie Julyanto D.W; Adiek Dias S; Fahmi Aditya P; Fahmi Bagus P; Afief Sururi; Tijeh Cahyono; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.632

Abstract

Penelitian ini membahas peran  technopreneurship dalam mendorong transformasi digital pada industri kreatif di Indonesia. Digitalisasi sektor kreatif, termasuk UMKM batik, meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan akses pasar, namun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital rendah, dan regulasi yang belum optimal. Platform digital terbukti menjadi katalis pertumbuhan technopreneurship dengan memperluas pasar, mengubah model bisnis, dan mendorong inovasi berkelanjutan. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan analisis jurnal dan artikel relevan, menghasilkan kerangka strategi pemasaran digital dan penggunaan platform digital sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing industri kreatif pasca-pandemi.
Peran Technopreneurship dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital Novi Putri Andriyani; Rizki Adelia Putri; Velly Eka Rizkiyanti; Tesa Rohmahwati; Indah Refalina; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.647

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara bisnis berjalan dan memberikan tantangan serta kesempatan bagi UMKM agar tetap kompetitif. Fenomena ini memaksa para pelaku usaha untuk mampu menggabungkan teknologi dengan kegiatan kewirausahaan, dengan cara yang disebut technopreneurship. Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam dan menyeluruh peran dari penggabungan konsep bisnis digital, inovasi produk, technopreneurship, dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kemampuan bersaing serta ketahanan usaha mikro, kecil, dan menengah di masa kini yang sudah sangat didominasi oleh teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dan relevan. Penelitian menunjukkan bahwa technopreneurship memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan bersaing bisnis UMKM. Menggabungkan teknologi dengan semangat berwirausaha telah terbukti mendorong munculnya inovasi produk, memperluas kemungkinan pasar melalui media digital, meningkatkan pengelolaan bisnis secara lebih efisien, serta membantu UMKM mempertahankan daya saing dalam dunia yang semakin cepat berubah. Selain itu, penggunaan technopreneurship juga membantu bisnis tetap bertahan lama dengan memanfaatkan teknologi digital yang bisa berubah seiring kebutuhan pasar. Oleh karena itu, meningkatkan kemampuan technopreneurship menjadi salah satu cara penting untuk mendukung perkembangan dan kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di zaman ekonomi digital.
Peran dan Kompetensi Inti Kepemimpinan Digital untuk Mendukung Pengembangan Technopreneurship Refi Ika Nurjanah; Meldiana Sapitri; Dea Zalda Safitri; Viola Natalya Paramita; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.648

Abstract

Transformasi digital yang pesat telah melahirkan paradigma baru dalam dunia usaha yang dikenal sebagai technopreneurship, yaitu perpaduan antara kemampuan berwirausaha dengan penguasaan teknologi tinggi. Di tengah dinamika ini, kepemimpinan digital (digital leadership) tampil sebagai faktor kunci yang menentukan keberhasilan pengembangan technopreneurship baik pada level individu, organisasi, maupun ekosistem kewirausahaan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kompetensi inti kepemimpinan digital dalam mendukung pengembangan technopreneurship. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai sumber literatur ilmiah dari basis data Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SINTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital berkontribusi signifikan dalam mendorong perilaku inovatif, membangun budaya organisasi yang kondusif bagi inovasi, serta mengintegrasikan kompetensi teknis dengan orientasi kewirausahaan berbasis teknologi. Kompetensi inti yang diidentifikasi meliputi visi digital, kemampuan inovasi berbasis teknologi, kecerdasan kolaboratif, adaptabilitas, orientasi data, dan kepemimpinan yang berpusat pada manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kepemimpinan digital yang efektif merupakan prasyarat strategis bagi tumbuhnya ekosistem technopreneurship yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Peluang dan Tantangan Green Technopreneurship di Indonesia Fatimah Fatimah; Gadis Adira Cahyuningtyas; Afifah Indah Zulfatin; Indah Amaliyah; Qonita Nasywa Berliana; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.669

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan di era antroposen ini. Green Technopreneurship hadir sebagai paradigma strategis yang mengintegrasikan inovasi teknologi, semangat kewirausahaan, dan tanggung jawab ekologis sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif peluang dan tantangan Green Technopreneurship di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap literatur lima tahun terakhir (2021–2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar, didukung oleh kelimpahan energi terbarukan, akselerasi transformasi digital, pergeseran perilaku konsumen milenial dan Gen Z ke arah gaya hidup berkelanjutan, serta berkembangnya green financing dan regulasi pemerintah yang semakin kondusif. Namun demikian, ekosistem ini masih menghadapi tantangan struktural yang signifikan, meliputi tingginya biaya adopsi teknologi hijau, kesenjangan kompetensi sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur digital antar wilayah, ketidakpastian regulasi, serta lemahnya transfer pengetahuan dari riset akademis ke implementasi industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Green Technopreneurship yang berkelanjutan di Indonesia memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem inovasi hijau yang inklusif dan berdaya saing. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan arah pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.
Perubahan Digital Organisasi Finaya Puji Astuti; Wanda Astriana; Risya Rizky Rimdhani; Siska Kurniawati; Ratna Amelia Ferrysca; Rifqi Athala Mubarok; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.694

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong perubahan mendasar dalam organisasi, dikenal sebagai transformasi digital. Fenomena ini melibatkan restrukturisasi komprehensif yang memengaruhi model bisnis, operasional, budaya organisasi, dan pengalaman pengguna. Dalam lingkungan yang kompetitif, kemampuan beradaptasi dan berinovasi melalui digitalisasi menjadi krusial untuk kelangsungan dan pertumbuhan organisasi. Transformasi digital menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, inovasi produk dan layanan, serta menciptakan model bisnis yang lebih lincah. Namun, tantangan seperti resistensi karyawan, keterbatasan infrastruktur digital, dan kesenjangan keterampilan perlu diatasi. Keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kepemimpinan transformasional, manajemen perubahan yang terstruktur, komunikasi transparan, pengembangan sumber daya manusia, dan perubahan budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis perubahan digital organisasi
Analisis Strategi Pemasaran dalam Menghadapi Persaingan Pasar pada Toko Putri Beauty Shop Kota Tegal Revi Rakhmawati; Roshiana Syari Dewi; Ina Muflihatun; Naelu Izza Asahfa; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.735

Abstract

Dalam memulai bisnis strategi pemasaran adalah suatu panduan yang terencana dan komprehensif dari setiap desain yang telah disusun oleh perusahaan atau individu yang berkaitan dengan serangkaian aktivitas yang perlu dilakukan untuk proses pemasaran mereka. Persaingan adalah suatu kompetisi antara berbagai pihak yang bersaing untuk mendapatkan keunggulan di pasar. Terdapat dua jenis persaingan, yakni persaingan yang sehat dan yang tidak sehat. Dalam ranah pasar, sebuah persaingan perlu diimbangi dengan upaya yang keras untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa toko putri beauty shop menerapkan strategi yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran, di mana toko putri beauty shop sangat fokus pada mutu produk, promosi, harga, dan lokasi. Dari rencana pemasaran untuk menghadapi kompetisi di pasar adalah dengan memakai analisis SWOT, dan dari hasil tersebut bisa menghindari langkah pesaing lain di pasar, serta dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Komparasi Peta Kompetisi E-Wallet di Kalangan Mahasiswa: Studi Literatur pada GoPay, DANA, OVO, dan ShopeePay Erviana Putri Apriliany; Diva Syafira Maylani; Martin Kholistiana; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.738

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan kompetisi industri e-wallet populer di Indonesia yaitu GoPay, DANA, OVO, dan ShopeePay berdasarkan tiga dimensi analisis utama, yaitu Kualitas Layanan Digital, Keamanan dan Risiko Teknis, serta Faktor Perilaku Konsumen terhadap Peta Preferensi dan Loyalitas Penggunaan mahasiswa. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel penelitian relevan, hasil sintesis data menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan menjadi fondasi retensi melalui kecepatan fitur transfer dan top-up. Sebaliknya, aspek keamanan dan risiko teknis bertindak sebagai faktor paling sensitif di mana kegagalan sistem operasional dan kendala saldo langsung memicu perpindahan pengguna (churn) ke kompetitor. Sementara itu, faktor perilaku konsumen berdampak nyata pada pelemahan kontrol diri keuangan akibat hilangnya beban psikologis uang tunai fisik (psychic cost), sehingga memicu konsumsi impulsif di kampus. Disarankan bagi penyedia layanan untuk memprioritaskan transparansi sistem keamanan, serta bagi mahasiswa untuk meningkatkan rasionalitas keuangan harian.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial, Self-Efficacy Digital, dan Dukungan Perkuliahan Technopreneurship terhadap Minat Berwirausaha Digital Mahasiswa Naila Septiana Putri; Aulia Uswatun Nisa; Afriza Nur Fajrya; Hanifah Hanifah; Makmur Sujarwo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial (X1), self-efficacy digital (X2), dan dukungan perkuliahan Technopreneurship (X3) terhadap minat berwirausaha digital mahasiswa (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research terhadap 116 mahasiswa yang pernah menempuh mata kuliah Technopreneurship, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1–5 dengan 21 butir pernyataan yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,978). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan X1, X2, dan X3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y (F = 278,202; Sig = 0,000; Adjusted R² = 0,879). Secara parsial, self-efficacy digital (t = 3,580; Sig = 0,001) dan dukungan perkuliahan Technopreneurship (t = 5,611; Sig = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha digital, dengan dukungan perkuliahan Technopreneurship sebagai variabel paling dominan (Beta = 0,517). Sebaliknya, intensitas penggunaan media sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial (t = 1,449; Sig = 0,150). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keyakinan diri digital mahasiswa dan peningkatan kualitas perkuliahan Technopreneurship sebagai strategi utama dalam mendorong ekosistem kewirausahaan digital di perguruan tinggi.