Pembelajaran seni anak usia dini masih cenderung menggunakan lagu anak modern dan lagu nasional, sementara lagu tradisional daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan lagu tradisional Iso Si Zele Wolo sebagai media pembelajaran seni, respons anak, serta kendala pelaksanaannya di TKN Linajawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu kepala sekolah, dua guru, dan delapan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan lagu, pemberian contoh, pengulangan lirik, tepukan irama, gerakan sederhana, dan bernyanyi bersama. Sebagian besar anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik, terutama pada indikator interaksi sosial. Kendala meliputi rasa malu, perbedaan kemampuan, serta keterbatasan media budaya lokal. Disimpulkan bahwa lagu ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran seni sekaligus pengenalan budaya Ngada secara sederhana, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
Copyrights © 2026