Performa sapi perah sangat bergantung terhadap pakan yang diberikan setiap harinya. Hijauan dan konsentrat adalah pakan yang umumnya diberikan kepada ternak perah dengan proporsi imbangan 60:40. Imbangan pemberian lainnya dilakukan dengan 50:50. Pemberian yang berbeda tersebut terhadap produktivitas ternak perah seperti sapi, kerbau dan kambing perah belum menghasilkan secara optimal terhadap kuantitas dan kualitas susu. Tanaman fitofarmaka adalah tumbuhan obat-obatan yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia dengan memiliki banyak kandungan senyawa antioksidan atau bioaktif antara lain saponin, tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang cocok digunakan sebagai bahan aditif pakan alami. Berbagai eksperimen dengan pemberian tanaman fitofarmaka seperti stevia rebaudiana, kunyit, jahe, daun pepaya, dan bawang putih terhadap campuran ransum ternak perah mampu meningkatkan kinerja sistem rumen sehingga berdampak terhadap perubahan produksi dan kualitas susu. Tidak hanya aspek untuk memperbaiki sistem rumen tetapi meningkatkan serta menjaga kesehatannya. Artikel ini akan mengkaji berbagai jenis tanaman fitofarmaka, mekanisme kerja bioaktif, pemberian pakan terhadap berbagai ternak perah, serta potensi dan tantangan di masa yang akan datang.
Copyrights © 2026