Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PAKAN ADITIF ALAMI UNTUK TERNAK RUMINANSIA : A REVIEW Raden Febrianto Christi; Itang Purnama; Ajat Sudrajat; Eka Rizky Vury Rahayu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24477

Abstract

Pakan aditif khususnya ternak ruminansia dapat dibuat dari berbahan dasar kimia dan alami. Penggunaan aditif berbahan dasar kimiawi lebih banyak digunakan karena efektivitas lebih cepat terlihat dan mendapatkan dosis yang tepat. Namun, penggunaan tersebut menimbulkan residu terhadap produk hasil dari ternak. Aditif alami sebagai pakan ternak terutama ruminansia semakin diperhatikan sebagai pendekatan yang berkelanjutan dalam meningkatkan performa, kualitas produk sampai dengan kesehatanya. Aditif alami bersumber dari berbagai tanaman yang memiliki senyawa bioaktif diantaranya flavonoid, fenolik, dan glikosida. Daun stevia (Stevia rebaudiana) adalah tanaman yang sudah banyak dikembangkan dalam industri pangan sebagai pemanis alami namun belum banyak digunakan dalam bidang peternakan. Potensi senyawa yang dimiliki tanaman tersebut berpotensi dapat bermanfaat untuk pakan ternak. Artikel review bertujuan untuk mengevaluasi peran daun Stevia rebaudiana sebagai pakan aditif alami pada ternak ruminansia yang berpengaruh terhadap konsumsi pakan, fermentasi rumen, kecernaan nutrien, dan performa produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun stevia dalam ransum dapat meningkatkan palatabilitas sehingga mendorong konsumsi pakan. Di sisi lain, kandungan bioaktif yang dimiliki bersifat antimikroba dan antioksidan yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroba rumen serta mengurangi stres oksidatif sehingga meningkatkan efisiensi fermentasi, termasuk produksi asam lemak volatil dan pemanfaatan nutrien. Penelitian lain menunjukkan adanya peningkatan produksi dan kualitas susu, meskipun hasilnya masih terbatas dan belum konsisten. Namun, pemanfaatan daun stevia sebagai pakan aditif masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan level penggunaan optimal, variasi kandungan bahan aktif, serta aspek ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut pada daun Stevia rebaudiana yang memiliki potensi sebagai aditif pakan alami untuk mendukung sistem produksi ternak ruminansia yang berkelanjutan.
TANAMAN FITOFARMAKA SEBAGAI PAKAN ADITIF UNTUK MENUNJANG PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU PADA TERNAK PERAH: A REVIEW Raden Febrianto Christi; Ajat Sudrajat; Eka Rizky Vury Rahayu
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.62

Abstract

Performa sapi perah sangat bergantung terhadap pakan yang diberikan setiap harinya. Hijauan dan konsentrat adalah pakan yang umumnya diberikan kepada ternak perah dengan proporsi imbangan 60:40. Imbangan pemberian lainnya dilakukan dengan 50:50. Pemberian yang berbeda tersebut terhadap produktivitas ternak perah seperti sapi, kerbau dan kambing perah belum menghasilkan secara optimal terhadap kuantitas dan kualitas susu. Tanaman fitofarmaka adalah tumbuhan obat-obatan yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia dengan memiliki banyak kandungan senyawa antioksidan atau bioaktif antara lain saponin, tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang cocok digunakan sebagai bahan aditif pakan alami. Berbagai eksperimen dengan pemberian tanaman fitofarmaka seperti stevia rebaudiana, kunyit, jahe, daun pepaya, dan bawang putih terhadap campuran ransum ternak perah mampu meningkatkan kinerja sistem rumen sehingga berdampak terhadap perubahan produksi dan kualitas susu. Tidak hanya aspek untuk memperbaiki sistem rumen tetapi meningkatkan serta menjaga kesehatannya. Artikel ini akan mengkaji berbagai jenis tanaman fitofarmaka, mekanisme kerja bioaktif, pemberian pakan terhadap berbagai ternak perah, serta potensi dan tantangan di masa yang akan datang.