Fobia kecoa (katsaridaphobia) merupakan gangguan kecemasan spesifik yang mengganggu fungsional harian konseli. Pendekatan konvensional melalui eksposur nyata (in vivo) sering kali memicu penolakan dan kecemasan ekstrem di awal sesi. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi katsaridaphobia melalui intervensi Virtual Reality Exposure Therapy (VRET) yang diintegrasikan dalam format Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan yang melibatkan subjek seorang konseli (aspek klinis terbatas) dengan tingkat fobia tinggi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kognitif fobia, lembar observasi perilaku, dan Subjective Units of Distress Scale (SUDS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan subjek yang signifikan. Pada pra-siklus, skor rata-rata SUDS berada pada angka 88,3 (kecemasan ekstrem). Setelah pelaksanaan Siklus I, tingkat distress menurun menjadi 54,2 (kecemasan sedang), dan pada akhir Siklus II, skor SUDS mencapai 21,6 (kecemasan ringan/minimal). Konseli juga menunjukkan penurunan perilaku menghindar (avoidance) secara drastis di dunia nyata. Kesimpulannya, penerapan VRET efektif digunakan sebagai media inovatif dalam PTBK untuk mengatasi fobia spesifik hewan pada konseli
Copyrights © 2026