Keberagaman budaya merupakan salah satu karakteristik utama masyarakat Indonesia yang perlu diakomodasi dalam praktik pendidikan. Pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga mencakup penghargaan terhadap perbedaan budaya, etnis, bahasa, dan latar belakang sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman mahasiswa Papua dalam pembelajaran Pendidikan Sejarah dan Sosiologi di Universitas Insan Budi Utomo sebagai wujud implementasi inklusi pendidikan berbasis keberagaman budaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa Papua memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang multikultural. Interaksi akademik yang menghargai identitas budaya mahasiswa Papua mampu meningkatkan partisipasi, memperkaya perspektif sejarah, dan menumbuhkan sikap toleransi di kalangan mahasiswa. Namun, masih terdapat tantangan berupa stereotip budaya, perbedaan gaya komunikasi, dan adaptasi lingkungan akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap keragaman budaya agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Copyrights © 2026