Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Interaksi Simbolik Tradisi Pasola Di Desa Magho Linyo NTT Sebagai Warisan Budaya Dan Upaya Pelestariannya tradisi Pasola di awali dengan Nyale dalam prosesi Upacara Pasola di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. pengambilan sampel, sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaall, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi atau gabungan, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil penelitian adalah Tradisi Pasola dilaksanakan setelah adanya pencarian Nyale (cacing laut sebagai perwujudan mengganti belis atau mahar pihak perempuan dan pada saat ini disimbolkan sebagai keberkahan dengan tujuan akan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Prosesi upacara tidak lepas dari nilai religi dan kepercayaan asli orang Sumba yaitu marapu. Dan Pasola sebagai permainan perang di atas kuda menggunakan lembing atau tombak. Peranan ritual Nyale dan adat Pasola di Sumba Barat dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Tradisi-tradisi dari tradisi Nyale sebelum dilaksanakan tradisi Pasola dan juga Tradisi Pasola sendiri mencerminkan nilai budaya dan spiritual yang unik. Penyajian menjadi media untuk menyampaikan pesan simbolik, sejalan dengan prinsip interaksionisme simbolik bahwa makna dibentuk melalui interaksi sosial. Dalam perkembangannya, pasola turut berperan sebagai daya tarik budaya yang mendukung sektor pariwisata di Sumba. Kegiatan ini telah dikenal oleh wisatawan mancanegara dan sering menarik kehadiran pengunjung dalam setiap penyelenggaraannya. Terutama generasi Muda Sumba Barat daya NTT.
Copyrights © 2026