Tingginya kebutuhan listrik ruang IGD RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan ketergantungan pada pasokan berbasis fosil mendorong pemanfaatan PLTS on‑grid rooftop untuk mendukung Smart Green Hospital dan target Net Zero Emission. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan dari sistem PLTS eksisting melalui analisis konsumsi energi, konfigurasi sistem, pemodelan dengan PVsyst, perhitungan LCOE dan indikator finansial, serta analisis lingkungan di lokasi. Hasil pengujian selama tujuh hari dengan radiasi harian 4,848 kWh/m², sistem memproduksi energi rata‑rata 216,56 kWh/hari, Performance Ratio 81,22%, rugi sistem sekitar 22,1%, investasi awal Rp 2.044.546.285, biaya operasi dan pemeliharaan Rp 8.500.000/tahun, tarif listrik Rp 1.444,70/kWh, serta tingkat diskonto 6%, sistem menghasilkan sekitar 79,04 MWh/tahun, menghemat Rp 114.195.445/tahun, memberikan Payback Period ±18 tahun, dan mereduksi emisi sekitar 1.323,6 ton CO₂ selama 25 tahun beroperasi. Berdasarkan simulasi PVsyst dengan parameter PLTS eksisting, diprediksi menghasilkan energi bersih 83,322 MWh/tahun, Performace Ratio 0,8444, Payback Period 22,1 tahun, dan mereduksi emisi 1258,693 ton CO2. Penambahan baterai justru menaikkan investasi sistem menjadi Rp 2.446.937.325, menurunkan produksi menjadi 73,7 MWh/tahun, Performace Ratio 0,747, meningkatkan LCOE Rp 1.264.2920/kWh, memperpanjang Payback Period 33,6 tahun, reduksi emisi 1258,693 ton, sehingga kurang optimal secara ekonomi meskipun tetap berkontribusi pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Copyrights © 2026