Pertanian padi di Indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Selatan sebagai lumbung padi nasional, masih menghadapi kendala signifikan pada pengelolaan irigasi dan pemupukan yang umumnya dilakukan secara manual, membutuhkan banyak waktu dan tenaga petani, serta sering kali tidak efisien akibat perubahan iklim yang tidak menentu seperti musim kemarau panjang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sistem dirancang menggunakan Arduino Uno yang terintegrasi dengan sensor kelembapan tanah untuk mendeteksi kondisi basah maupun kering, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian dan penurunan permukaan air pada penampungan sumber air, serta modul RTC DS3231 sebagai pengatur jadwal pemupukan harian pukul 07.00 WIB selama 1 menit. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototipe sistem irigasi dan pemupukan otomatis berbasis mikrokontroler pada sawah padi di Desa Babatan Saudagar, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Prototipe ini mengendalikan pompa air dan pompa pupuk secara otomatis sehingga tanaman padi memperoleh air dan nutrisi sesuai kebutuhan lahan secara real-time. Metode penelitian meliputi studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, perakitan prototipe skala laboratorium, serta pengujian sistem. Hasil pengujian menunjukkan sensor kelembapan tanah mampu mendeteksi 3 kejadian kering dengan akurasi 100%, sensor ultrasonik presisi mengukur penurunan air hingga 14 cm, dan RTC DS3231 stabil dengan deviasi kurang dari 1 detik per hari.
Copyrights © 2026