Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketercapaian target pembelajaran siswa berkebutuhan khusus antara yang memperoleh pendampingan guru pendamping dan yang tidak memperoleh pendampingan di sekolah dasar inklusif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif non-eksperimental. Penelitian dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan dengan responden sebanyak 7 siswa anak berkebutuhan khusus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan kuesioner skala Likert untuk mengukur ketercapaian pembelajaran pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang memperoleh pendampingan guru pendamping dan siswa tanpa pendampingan, dengan total skor ketercapaian pembelajaran sebesar 316 pada kelompok yang didampingi dan 206 pada kelompok tanpa pendampingan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan guru pendamping memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan ketercapaian pembelajaran siswa berkebutuhan khusus melalui dukungan akademik, emosional, dan keterampilan praktis selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2026