Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses implementasi model SAVI pada pembelajaran seni tari, kelebihan dan kekurangan dari model ini serta hambatan yang ditemui selama penerapan dan solusi yang diberikan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SAVI merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran seni tari, gabungan antara kegiatan berpikir dan kegiatan fisik yang melibatkan indra penglihatan juga pendengaran membuat pemahaman siswa akan suatu materi menjadi lebih maksimal, pembelajaran juga menjadi menarik dengan berbagai kegiatan yang ada, namun model ini perlu penyesuaian disetiap pembelajaran sehingga memerlukan biaya yang cukup tinggi. Terdapat hambatan yang berasal dari kurangnya properti, siswa yang kurang kondusif serta malu saat praktik, koneksi internet, perangkat eror, dan kurangnya waktu. Adapun solusi yang diberikan yakini menggunakan property di sekitar, peringatan dan rolling tempat duduk siswa, mengunduh presentasi, menyiapkan alternative lain, menyederhanakan kegiatan pembelajaran dan menggunakan waktu tambahan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan para pendidik untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran seni tari di dalam kelas.
Copyrights © 2026