Rendahnya adopsi teknik kastrasi pada tanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) menghambat penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Kondisi ini menunjukkan perlunya penyuluhan yang disusun berdasarkan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan berbasis Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) serta mengevaluasi efektivitasnya.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat. Seluruh 33 petani dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah memenuhi uji validitas (r = 0,379–0,985) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,622–0,982). Rancangan penyuluhan memperoleh skor efektivitas 78,23%. Sikap petani terhadap penerapan GAP mencapai 85,61%, sedangkan 16 dari 33 petani (58,78%) telah menerapkan teknik kastrasi secara mandiri setelah penyuluhan.Rancangan penyuluhan berbasis IPW efektif meningkatkan penerimaan petani terhadap teknologi kastrasi dan mendorong adopsi awal GAP. Pendampingan berkelanjutan dan demonstrasi lapangan tetap diperlukan untuk meningkatkan penerapan teknologi secara konsisten
Copyrights © 2026