Keberhasilan operasional perusahaan sangat bergantung pada efektivitas manajemen persediaan, terutama dalam pengadaan barang dan jasa. PT. BIMA Semarang, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang engineering services, menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan spare parts untuk periodic maintenance reach stacker Kalmar DRU 400-450. Selama periode magang empat bulan, ditemukan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan spare parts, dengan tingkat pemenuhan hanya 95,7%. Kekurangan ini berdampak pada potensi terganggunya operasional dan efisiensi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen persediaan dengan merancang aplikasi manajemen persediaan dengan menerapkan metode min-max stock guna menentukan titik minimal, safety stock, reorder point, dan titik maksimal persediaan. Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang mampu menentukan pengendalian persediaan spare parts dengan menggunakan metode min-max stock, yaitu bisa menentukan nilai maksimum dari sebuah persediaan, nilai reorder point yang berfungsi untuk menentukan kapan dilakukannya pemesanan ulang, dan nilai safety stock yang berfungsi sebagai cadangan spare parts. Dengan adanya aplikasi ini ketersediaan spare parts dapat mencapai 100%, mengurangi risiko stockout, serta meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan kepuasan pelanggan.
Copyrights © 2026