Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat Learning Agility karyawan Perusahaan X serta menguji perbedaannya berdasarkan karakteristik demografis, yaitu jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan level jabatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Responden penelitian berjumlah 82 karyawan yang mengisi kuesioner secara lengkap. Learning Agility diukur menggunakan kuesioner yang mengacu pada empat dimensi, yaitu people Agility, results Agility, mental Agility, dan change Agility. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, independent samples t-test, dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan berada pada kategori Learning agility sedang, yaitu 54 orang (66%), sedangkan 17 orang (21%) berada pada kategori rendah dan 11 orang (13%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan Learning Agility yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, maupun level jabatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Learning agility karyawan dalam penelitian ini tidak menunjukkan variasi bermakna berdasarkan karakteristik demografis. Secara praktis, hasil penelitian mengindikasikan perlunya penguatan sistem pembelajaran organisasi, coaching, mentoring, forum berbagi pengetahuan, dan proyek inovasi agar Learning agility dapat berkembang lebih merata dan mendukung kinerja organisasi secara berkelanjutan. Kata kunci: Learning agility, karakteristik demografis, budaya pembelajaran, inovasi, pengembangan sumber daya manusia
Copyrights © 2026