Abstrak. Perubahan sistem kerja pada era transformasi digital menuntut security guard untuk tidak hanya menjalankan tugas pengamanan secara rutin, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan teknologi, prosedur kerja, lingkungan penempatan, dan situasi tidak terduga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil adaptive performance pada security guard di PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 379 security guard sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan skala adaptive performance yang dimodifikasi dari Charbonnier-Voirin dan Roussel (2012), terdiri atas 19 item dengan lima aspek, yaitu creativity, reactivity in the face of emergencies or unexpected circumstances, interpersonal adaptability, training and learning effort, dan managing work stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas security guard berada pada kategori adaptive performance sedang sebanyak 265 responden atau 70%, kategori tinggi sebanyak 81 responden atau 21%, dan kategori rendah sebanyak 33 responden atau 9%. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptive performance security guard telah berada pada tingkat fungsional, tetapi belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal bagi perusahaan untuk menyusun program pengembangan yang berfokus pada penguatan adaptasi terhadap teknologi operasional, respons situasi darurat, penyesuaian interpersonal, kesiapan belajar, dan pengelolaan stres kerja.Kata kunci: adaptive performance, security guard, aplikasi operasional keamanan
Copyrights © 2026