Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa sehingga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak diimbangi dengan penanaman nilai-nilai multikultural. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penanaman nilai-nilai multikultural serta pengaruhnya terhadap sikap toleransi siswa di SMP Negeri 2 Kemang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field study). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural diimplementasikan melalui pembelajaran, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya sekolah yang inklusif. Nilai-nilai yang dikembangkan meliputi toleransi (tasamuh), keadilan ('adl), persamaan (musawah), dan persaudaraan (ukhuwah). Implementasi tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sikap toleransi siswa, yang ditunjukkan melalui kemampuan menghargai perbedaan, bekerja sama tanpa diskriminasi, serta membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai multikultural yang didukung budaya sekolah yang inklusif efektif membentuk karakter peserta didik yang toleran dan menghargai keberagaman, sehingga layak dijadikan model penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah multikultural.
Copyrights © 2026