Cabai rawit Hiyung sebagai varietas lokal unggul Kalimantan Selatan yang memiliki tingkat kepedasan sangat tinggi masih menghadapi kendala penurunan produktivitas akibat rendahnya kesuburan tanah Ultisol, sehingga pemanfaatan kompos Takakura berpotensi menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan takaran yang terbaik pemberian kompos Takakura terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit Hiyung pada tanah Ultisol. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang diuji adalah beberapa takaran kompos Takakura terdiri dari 5 taraf perlakuan (190 g, 380 g, 570 g, dan 760 g). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga berjumlah 20 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 60 tanaman. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah cabang, umur pertama berbunga, berat buah per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Pemberian kompos Takakura berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman 14 HST, berat buah per tanaman, dan jumlah buah per tanaman serta berpengaruh sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman 28 HST, diameter batang 14 HST, dan jumlah cabang 14 HST. Pemberian kompos Takakura perlakuan t2 = 380 g menunjukkan hasil lebih tinggi pada peubah tinggi tanaman (27,45 cm) umur 28 HST. Perlakuan t3 = 570 g memberikan hasil lebih tinggi pada umur 14 HST dengan diameter batang (2,34 mm) dan jumlah cabang memberikan hasil tertinggi (2,00) pada umur 14 HST. Fase generatif, hasil lebih tinggi terdapat dalam perlakuan t1 = 190 g memberikan hasil berat buah per tanaman (45,40 g), serta hasil lebih tinggi pada jumlah buah per tanaman (49,75 buah). keunggulan utama cabai rawit Hiyung adalah tingkat kepedasannya yang sangat tinggi. Kandungan kapsaisin cabai ini mencapai 699,87 ppm atau setara dengan 10.498,05 SHU.
Copyrights © 2026