Pembelajaran qowaid dan tajwid pada lembaga pendidikan Islam umumnya masih dilaksanakan secara terpisah sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan pemahaman kaidah bahasa Arab dengan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar. Kondisi tersebut mendorong MTsN 3 Jombang mengembangkan inovasi pembelajaran melalui penggunaan kitab Irsyad al-Mustafid fi Fahmi al-Qur’an wa Tajwid yang mengintegrasikan materi pegon, qowaid (nahwu), dan tajwid dalam satu buku ajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran qowaid dan tajwid menggunakan kitab tersebut serta menganalisis alasan pengintegrasian kedua materi dalam satu sistem pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru qowaid dan tajwid, serta peserta didik kelas VII MTsN 3 Jombang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran dilaksanakan secara sistematis menggunakan kitab Irsyad al-Mustafid fi Fahmi al-Qur’an wa Tajwid sebagai sumber belajar utama yang mengintegrasikan pembelajaran nahwu, pegon, dan tajwid. Integrasi tersebut mempermudah peserta didik memahami hubungan antara struktur bahasa Arab dengan kaidah membaca Al-Qur'an sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Efektivitas implementasi semakin diperkuat melalui program jam tambahan berupa praktik ibadah, baca tulis Al-Qur'an, dan pembelajaran kitab sehingga kompetensi peserta didik berkembang secara seimbang dalam aspek qowaid maupun tajwid.
Copyrights © 2026