Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesempatan diskusi keagamaan dalam proses pembelajaran dikelas. Kondisi pembelajaran dikelas pendidikan agama islam di perguruan tinggi menunjukkan adanya kecenderungan yang belum sepenuhnya mendukung terciptanya suasana diskusi yang optimal. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah yang berpusat pada dosen. Mahasiswa lebih banyak berperan sebagai penerima informasi dari pada sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Situasi ini menyebabkan interaksi akademik menjadi terbatas dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau minimnya kesempatan berdiskusi keagamaan dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam dikelas yang dilakukan dengan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode kualitatif yang digunakan dalam artikel ini yaitu penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan kesempatan diskusi tersebut berimplikasi pada rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa, khususnya dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mengemukakan argumentasi keagamaan secara rasional. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan agama islam mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mengembangkan kemempuan berpikir kritis secara komprehensif.
Copyrights © 2026