Pembelajaran Prakarya pada materi Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan di tingkat SMP sering kali terhambat oleh metode instruksional searah yang memicu pemahaman dangkal (surface learning). Sedangkan, penguasaan materi ini menuntut siswa untuk mencapai tahap deep learning—kemampuan menganalisis karakteristik bahan dan memecahkan masalah secara kolaboratif. Mengisi celah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media interaktif berupa kartu kuartet sebagai instrumen stimulasi deep learning.. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Kelayakan produk diukur melalui validasi ahli dan uji coba lapangan. Hasil expert appraisal dari ahli materi, media, dan bahasa menunjukkan bahwa media ini masuk dalam kategori "Sangat Layak". Hasil uji coba secara bertahap menunjukkan konsistensi kualitas: uji one-to-one (87%), small group (90%), dan field group (93%), yang seluruhnya berkategori "Sangat Layak". Pada tahap disseminate, uji respon pengguna pada siswa kelas 9 mencapai skor 97% dengan kategori "Sangat Positif". Temuan ini menunjukkan bahwa media kartu kuartet efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, dan layak digunakan sebagai instrumen pembelajaran di SMP.
Copyrights © 2026