Pemilihan tenaga penolong persalinan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta berperan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih seperti bidan dan dokter spesialis kandungan dapat meningkatkan keselamatan ibu dan bayi melalui deteksi dini serta penanganan komplikasi obstetri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan pemilihan tenaga penolong persalinan antara bidan dan dokter spesialis kandungan di tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Way Kanan pada periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dalam laporan Lampung Dalam Angka 2025. Data yang dianalisis meliputi persentase persalinan yang ditolong oleh bidan dan dokter spesialis kandungan. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan persentase antar tahun serta menghitung selisih (gap) antara penggunaan bidan dan dokter kandungan untuk mengidentifikasi dominasi tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lampung Tengah mengalami pergeseran signifikan dari dominasi bidan menuju dokter spesialis kandungan, sementara Lampung Utara masih menunjukkan penguatan dominasi bidan. Kabupaten Way Kanan menunjukkan tren transisi dengan meningkatnya penggunaan dokter kandungan meskipun bidan masih dominan. Perbedaan pola tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor akses terhadap fasilitas kesehatan, kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, serta distribusi tenaga kesehatan di masing-masing wilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara bidan dan dokter spesialis melalui sistem rujukan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan menurunkan risiko komplikasi persalinan.
Copyrights © 2026