Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan kurikulum merdeka dan kurikulum 2013 terhadap capaian perkembangan anak usia dini, faktor-faktor yang mempenngaruhinya serta kesiapan anak untuk melanjutkan pendidikan di jenjang pendidikan dasar. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAUD dan analisis dokumen pembelajaran dan penilaian anak di lembaga PAUD. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yatu reduksi data, penyajian dan kesimpulan serta verifikasi data. Hasil penelitian menemukan bahwa Pertama, kurikulum Merdeka menunjukkan efektivitas lebih tinggi dalam mendukung perkembangan holistik anak usia dini dibandingkan Kurikulum 2013. Sebaliknya, Kurikulum 2013 masih memberikan hasil yang cukup baik namun kurang merata, dengan kelemahan pada aspek bahasa, kognitif, motorik halus, dan regulasi diri akibat struktur pembelajaran yang baku; Kedua, perbedaan capaian antar kurikulum dipengaruhi oleh lima faktor utama: kompetensi dan kesiapan guru, sistem penilaian, konsistensi implementasi, ketersediaan sarana dan lingkungan belajar yang stimulatif, serta kolaborasi dengan orang tua.; Ketiga, secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka lebih mampu mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar, ditunjukkan oleh kesiapan akademik dan non-akademik yang lebih matang, termasuk sosial-emosional, bahasa, kognitif, regulasi diri, dan kemandirian.
Copyrights © 2026