Permasalah gizi di Indonesia meliputi, gizi kurang (stunting, wasting, underweight). Pemerintah melakukan penanggulangan masalah gizi balita yaitu dengan cara pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi, kelas ibu hamil, dan pos gizi. Puskesmas Cibeunying salah satu puskesmas yang mengikuti program pemerintah untuk pemberian makanan tambahan lokal pada balita beresiko stunting. Berdasarkan data puskesmas bulan Juni 2024 terdapat 75 balita beresiko stunting yang diberikan PMT selama 56 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan pada balita beresiko stunting. Pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Februari sampai 30 Maret 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 balita. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan hasil nilai p value ≤ 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan balita beresiko stunting dengan nilai p value 0.000<0.05.
Copyrights © 2026