Usaha mikro di Indonesia sering menghadapi kendala dalam pengembangan produk, terutama karena keterbatasan variasi produk dan kemasan yang kurang menarik sehingga mempengaruhi daya saing di pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi dan pengembangan produk dalam meningkatkan daya saing UMKM Tempe Pedo yang berlokasi di Desa Kawahmanuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pendampingan partisipatif selama periode live-in. Intervensi yang dilakukan meliputi pengembangan varian rasa baru seperti balado, barbeque, keju, dan pedas, perbaikan desain kemasan, serta dukungan pada proses produksi. Hasil menunjukkan bahwa upaya tersebut mampu meningkatkan daya tarik produk, menyesuaikan dengan preferensi konsumen, serta memperluas peluang pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk yang sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha mikro.
Copyrights © 2026