Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beauty privilege terhadap employability dengan kompetensi sebagai variabel moderasi dalam perspektif Maqashid Syariah. Menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 164 job seekers (18-35 tahun) di wilayah Bandung Raya dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS dengan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan beauty privilege berpengaruh positif dan signifikan terhadap employability (β = 0.284, p-value = 0.001), membuktikan bahwa penampilan fisik masih memberikan keuntungan awal dalam rekrutmen. Namun, kompetensi terbukti memoderasi hubungan tersebut secara negatif dan signifikan (β = -0.105, p-value = 0.032). Artinya, tingginya kompetensi kandidat mampu melemahkan bias beauty privilege terhadap peluang kerjanya. Dalam tinjauan Maqashid Syariah, rekrutmen yang bias fisik berpotensi melanggar Hifz an-Nafs dan Hifz al-Mal karena meminggirkan kandidat yang layak. Sebaliknya, kompetensi yang mampu memitigasi bias ini sangat selaras dengan nilai Hifz al-'Aql dan Hifz ad-Din. Kesimpulannya, pengembangan kompetensi adalah strategi yang jauh lebih adil, substantif, dan berkelanjutan bagi pencari kerja dibandingkan hanya mengandalkan daya tarik fisik.
Copyrights © 2026