Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan secara komprehensif menggunakan bantuan perangkat lunak Publish or Perish pada berbagai basis data akademis bereputasi yang menghasilkan 16 artikel inti pada rentang tahun publikasi 2021 hingga 2026. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dikonsepkan sebagai mitra kognitif dan tutor dialogis yang memberikan perancah metakognitif bagi pembelajar. Integrasi berbagai platform seperti ChatGPT, Photomath, dan sistem tutor cerdas terbukti efektif dalam memandu peserta didik melewati tahapan heuristik Polya, mulai dari tahap pemahaman masalah hingga evaluasi solusi secara mandiri. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, penerapan teknologi ini secara signifikan mampu mendongkrak performa kognitif sekaligus mereduksi tingkat kecemasan matematis. Namun, tantangan berupa risiko ketergantungan teknologi dan fenomena halusinasi data menuntut adanya pengawasan pedagogis yang ketat dari pendidik. Kajian ini merekomendasikan penguatan literasi kecerdasan buatan dalam kurikulum matematika guna memastikan teknologi tetap berperan sebagai alat penguat nalar kritis manusia, bukan sebagai pengganti proses berpikir produktif.
Copyrights © 2026