Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas multimedia interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa Sekolah Menengah Pertama berdasarkan artikel-artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Semantic Scholar menggunakan kata kunci "multimedia interaktif", dan "pemahaman konsep matematika". Sebanyak 156 artikel awal disaring hingga diperoleh 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan melaporkan data efektivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan sangat beragam, meliputi: GeoGebra, Scratch, Kodular, Adobe Flash, game edukasi, website, Augmented Reality (AR), Lectora Inspire, iSpring Suite, dan Articulate Storyline dengan strategi konflik kognitif. Model pengembangan yang paling dominan adalah ADDIE. Tingkat validitas berkisar 80–96% (sangat valid) dan praktikalitas 73–95% (praktis hingga sangat praktis). Seluruh 16 studi melaporkan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan, dengan N-Gain berkisar 0,4–0,87 (kategori sedang hingga tinggi) atau peningkatan nilai pre-test ke post-test sebesar 17–30 poin. Satu studi berbasis strategi konflik kognitif berhasil menurunkan tingkat miskonsepsi dari 65,15% menjadi 23,10% (N-Gain 76,41%). Simpulan penelitian ini adalah multimedia interaktif terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa Sekolah Menengah Pertama.
Copyrights © 2026